Kebakaran Lahan
Satelit Temukan 222 Titik Api Di Riau
Pekanbaru, 19 Pebruari 2002 15:18
Hasil pemantauan satelit National Oceanic Atmospheric And Administration (NOAA) di Bogor dan Satelit Forest Fire Prevention Control Provect (FFPCP) di Palembang menunjukkan, di wilayah Riau terdapat 222 titik api kebakaran lahan.
Kepala Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Riau, Naili Saidi kepada wartawan di Pekanbaru, Selasa (19/2) mengatakan, dari 222 titik api itu, sebagian besar berada di wilayah kabupaten Bengkalis dan Duri.
Selain itu, berdasarkan data satelit Asean Specialist Metereologi Centre (ASMC) yang berkedudukan di Singapura, sekitar 38 titik api terlihat di negara tetangga Malaysia, ujar Naili.
Menurut klasifikasi areal yang dikelola perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) diketahui, titik api terbanyak ada di tiga perusahaan, yakni areal HPH milik PT Tribuana Dumai terdapat 66 titik api, PT Mapala Rabda (75 titik) dan PT Sejati Riau Timber Coy (57 titik).
Untuk kelompok areal perusahaan perkebunan, ditemukan titik api di PT Sindora Seraya (14 titik), Surya Dumai Agrindo (21 titik), PT Makmur Platindo Nusantara (57), dan PT Budidaksa Dwi Kusuma (27),
Sedangkan pada kelompok HTI (hutan tanaman industri) hanya satu HTI yang arealnya ditemukan titik api, yakni PTArara Abadi sebanyak delapan titik api.
Demikian keterangan Naili Saidi.
Kabut Asap
Sementara itu, kabut asap yang melanda kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa siang terasa semakin mengkhawatirkan karena jangkauan pandangan mata secara jelas (jarak pandang) hanya sekitar 25 meter.
Camat Mandau, A. Ridwan Yazid, kepada Antara, Selasa membenarkan, jarak pandang di daerahnya sudah kian pendek, namun demikian aktivitas masyarakat masih berjalan normal.
"Makin parah saat ini pak, kabut asap semakin tebal, apalagi menjelang sore, jika ini tidak segera diatasi kami khawatir akan menimbulkan dampak lain," katanya.
Diakuinya, pada hari sebelumnya (Senin) di daerah ini ditemukan dua titik api yakni di area sembilan dan di kawasan hutan lindung, namun keduanya sudah dipadamkan.
Dikatakannya, akibat tebalnya kabut asap, matahari di kota Duri seolah enggan muncul, sehingga suasana kotapun tampak redup, dan kini sebagian warga Duri sudah ada yang memakai masker, begitu juga kendaraan yang lalu-lalang di jalan raya sudah ada yang menghidupkan lampu di siang hari.
Dikatakannya, indikasi parahnya kabut asap di kota Duri juga ditunjukkan oleh PT. Caltex (CPI) yang menaikkan bendera kuning, menandakan kabut asap sudah berada pada tingkat mengkhawatirkan, sehingga jika tidak segera diatasi, bukan tak mungkin bendera merah juga akan segera menyusul. [Tma, Ant]
Satelit Temukan 222 Titik Api Di Riau
Pekanbaru, 19 Pebruari 2002 15:18
Hasil pemantauan satelit National Oceanic Atmospheric And Administration (NOAA) di Bogor dan Satelit Forest Fire Prevention Control Provect (FFPCP) di Palembang menunjukkan, di wilayah Riau terdapat 222 titik api kebakaran lahan.
Kepala Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Riau, Naili Saidi kepada wartawan di Pekanbaru, Selasa (19/2) mengatakan, dari 222 titik api itu, sebagian besar berada di wilayah kabupaten Bengkalis dan Duri.
Selain itu, berdasarkan data satelit Asean Specialist Metereologi Centre (ASMC) yang berkedudukan di Singapura, sekitar 38 titik api terlihat di negara tetangga Malaysia, ujar Naili.
Menurut klasifikasi areal yang dikelola perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) diketahui, titik api terbanyak ada di tiga perusahaan, yakni areal HPH milik PT Tribuana Dumai terdapat 66 titik api, PT Mapala Rabda (75 titik) dan PT Sejati Riau Timber Coy (57 titik).
Untuk kelompok areal perusahaan perkebunan, ditemukan titik api di PT Sindora Seraya (14 titik), Surya Dumai Agrindo (21 titik), PT Makmur Platindo Nusantara (57), dan PT Budidaksa Dwi Kusuma (27),
Sedangkan pada kelompok HTI (hutan tanaman industri) hanya satu HTI yang arealnya ditemukan titik api, yakni PTArara Abadi sebanyak delapan titik api.
Demikian keterangan Naili Saidi.
Kabut Asap
Sementara itu, kabut asap yang melanda kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa siang terasa semakin mengkhawatirkan karena jangkauan pandangan mata secara jelas (jarak pandang) hanya sekitar 25 meter.
Camat Mandau, A. Ridwan Yazid, kepada Antara, Selasa membenarkan, jarak pandang di daerahnya sudah kian pendek, namun demikian aktivitas masyarakat masih berjalan normal.
"Makin parah saat ini pak, kabut asap semakin tebal, apalagi menjelang sore, jika ini tidak segera diatasi kami khawatir akan menimbulkan dampak lain," katanya.
Diakuinya, pada hari sebelumnya (Senin) di daerah ini ditemukan dua titik api yakni di area sembilan dan di kawasan hutan lindung, namun keduanya sudah dipadamkan.
Dikatakannya, akibat tebalnya kabut asap, matahari di kota Duri seolah enggan muncul, sehingga suasana kotapun tampak redup, dan kini sebagian warga Duri sudah ada yang memakai masker, begitu juga kendaraan yang lalu-lalang di jalan raya sudah ada yang menghidupkan lampu di siang hari.
Dikatakannya, indikasi parahnya kabut asap di kota Duri juga ditunjukkan oleh PT. Caltex (CPI) yang menaikkan bendera kuning, menandakan kabut asap sudah berada pada tingkat mengkhawatirkan, sehingga jika tidak segera diatasi, bukan tak mungkin bendera merah juga akan segera menyusul. [Tma, Ant]
